Little Wanderer

facebook instagram pinterest
  • HOME
  • INDONESIA
    • Bali
    • Malang
  • ABROARD
    • Singapore
    • Japan
    • Paris
    • Switzerland
    • Rome
    • Netherland
  • VISA
  • ACCOMODATION
  • TRANSPORT
  • FOODIE
  • TIPS
Setelah memutuskan untuk pergi ke Eropa pada liburan musim panas lalu dan juga kebetulan mendapatkan tiket harga promo dari Etihad SIN - CDG dan AMS - CGK, hal yang saya pikirkan kemudian adalah, mau ngapain di Eropa selama 15 hari? Mau ke mana aja? Nginep di mana? Dan naik apa? Tapi yang pasti, tujuan pertama kami adalah Paris dan berakhir di Amsterdam. 

Saya mulai menyusun itinerary dengan berbekal contoh itinerary dari travel-travel yang mengadakan tour ke Eropa, juga cerita-cerita para travel blogger dan teman-teman di group Backpacker International. Kebetulan saya punya teman di Paris dan sepupu di Belanda, jadi untuk tujuan di 2 tempat tersebut saya tidak terlalu bingung. Tapi kalau menghabiskan 15 hari hanya di Perancis dan Belanda kayanya sayang juga, dan lagi saya pengen banget bisa balik Jerman, kemudian sepupu saya yang di Belanda juga ngajak kami ke Rome, jadi saya memasukkan Jerman dan Rome sebagai destinasi berikutnya setelah Paris. 

Jadilah itinerary saya yang pertama dengan rute : Paris, Belanda, Jerman, Italy, dan kembali ke Belanda. Tapi kemudian si boss ngebet banget pengen ke Swiss. Pengen liat salju di Mt. Titlis katanya, masa udah ke Eropa jauh-jauh ga ke Swiss, sayang banget. Lalu saya pun memasukkan Swiss ke dalam itinerary kami. Saya cukup berpikir keras, gimana caranya agar kami bisa mengoptimalkan waktu kami di Eropa dengan baik, jangan sampe buang-buang waktu di jalan. Dan akhirnya jadilah itinerary yang kedua, yang akhirnya kami gunakan selama kami di Eropa.

Day 1 : Paris
Day 2 : Paris
Day 3 : Strassbourg, Colmar
Day 4 : to Zurich
Day 5 : Engelberg, Mt. Titlis, Lucerne
Day 6 : Interlaken
Day 7 : To Rome, Vatican City
Day 8 : Rome and takes a night train to Munich
Day 9 : Munich - Koln
Day 10 : to Rotterdam
Day 11 : Giethoorn
Day 12 : Rotterdam, Den Haag
Day 13 : Volendam
Day 14 : Amsterdam
Day 15 : Amsterdam

Itinerary selesai, sekarang masalah transportasi. Ada banyak cara untuk berkeliling Eropa selain naik pesawat , yaitu dengan kereta, bus, sewa mobil, dan pesawat. Dari keempat pilihan tersebut, kereta-lah yang menjadi favorit para traveler, termasuk saya. Kenapa? Kalau dibanding pesawat tentu akan lebih murah naik kereta, kalau sewa mobil tentu akan lebih cape karena harus stir sendiri, dll. Dan kalau dibandingkan dengan bus, 11-12 sih harganya, tapi mostly mereka lebih memilih kereta adalah karena selain dari segi kenyamanannya, kereta juga bisa menempuh jarak lebih cepat daripada bus. Jadi kalau kita mau keliling Eropa via darat dengan  waktu kita terbatas, pilihlah kereta, tapi kalau punya banyak waktu bus bisa menjadi pilihan juga. Bisa di cek di www.flixbus.com.

Berpegangan pada pengalaman orang-orang dan artikel-artikel sang master kereta Mark Smith dalam websitenya www.seat61.com, saya pun memutuskan untuk menggunakan Eurail Pass yang berlaku 15 hari. Karena setelah dibandingkan, harga Eurail Pass dengan tiket eceran di Loco2, untuk rute saya di atas, Eurail Pass bisa menghemat kurang lebih setengah harga dari tiket eceran/ point to point.

Kalau ada yang belum tau apa itu Eurail Pass, sama halnya dengan JR Pass yang berlaku di Jepang, Eurail Pass adalah tiket kereta api terusan yang bisa dipakai untuk berkeliling 28 negara di Eropa. 

Eurail Pass ini mempunyai beberapa tipe :

- Select Pass, kita bisa milih 2, 3, 4 negara yang saling berbatasan. Misalnya  : Paris - Benelux - Germany (ini best seller) atau Italia - Austria - Swiss - Germany. Untuk tiket ini kita juga bisa pilih misalnya 5 hari dalam 2 minggu, 6 hari dalam sebulan, dll. Harganya beragam sesuai tipe yg kita pilih. 

- One Country Pass, ini tiket terusan untuk naik kereta dalam satu negara saja. 

- Global Pass, nah ini kami pakai kmrn. Global Pass ini memungkinkan kita untuk naik kereta kemanapun dan sesering apapun. Mau tiap hari naik kereta kek ga masalah selama kereta tsb dicover sama Eurail Pass. Global Pass ini mempunyai batas waktu, yg paling singkat adalah 10 hari. Saya beli yang 15 hari karena kami pas 2 minggu ada di sana.  Untuk harga juga bervariasi tergantung kelas dan masa berlakunya. 

Awalnya saya sempat bingung mau beli antara mau beli Global dengan 4 countries pass. Awalnya saya menyusun itinerary Paris - Zurich - Roma - Rotterdam (naik pesawat dari Roma), tapi karena setelah saya liat kami punya jadwal lebih dari 7 hari untuk naik kereta, akhirnya saya pilih yang Global Pass. Lagian kalau dihitung-hitung malahan lebih mahal yang Select Pass 4 Countries. 

Setelah menjatuhkan pilihan pada Global Pass, kegalauan lain muncul, yaitu dalam memilih kelas. Kelas 1 atau 2. Ketika diskusi dengan si boss, dia lebih memilih 1st class karena dia bilang ada anak-anak harus yang nyaman. Tapi berhubung saya emak-emak yang perhitungan, saya cek-cek dulu perbedaannya apa antara 1st class dan 2nd class itu. Saya pun menelepon agen Eurail Pass yang ada di Jakarta dan ketika saya tanya, si CS nya cuma bilang, bangkunya aja yang beda sama kl 1st class, gang buat jalannya lebih gede. Bingung deh... kalau cuma beda bangku sama gang buat jalan doang sih mending 2nd class aja secara harganya lumayan beda 100Euro per orang. Masih penasaran akhirnya saya cek web-nya langsung dan  di sana dijelaskan lebih detail perbedaan antara kelas 1 dan 2. 

Jadi perbedaan 1st class dan 2nd class Eurail Pass adalah :
- 1st class, dalam satu row seatnya 2-1 sedangkan 2nd itu 2-2, itu menjelaskan kenapa si agen bilang gang jalan si kelas satu lebih besar.
- 1st class bangkunya lebih lebar dari bangku 2nd class jg lebih empuk dan yg pasti reclining seat. 
- 1st class ada stop contact di tiap seatnya untuk laptop/ charger HP, sedangkan 2nd class setiap 2 seat hanya ada 1 stop contact.
- 1st class untuk beberapa kereta dapat wifi gratis, 2nd class tidak dapat.
- 1st class di beberapa kereta di kasih snack dan minum gratis.
- Bisa duduk dan booking seat di 2nd class, tapi kalau tiketnya 2nd class ga bisa booking seat di 1st class.
- Ada lounge di beberapa statiun untuk pemegang tiket 1st class.

Berdasarkan semua fakta itu, mantap hatilah saya untuk memilih 1st class dan akhirnya saya pun membelinya lewat agen yang ada di Indo (www.eurobytrain.com). Kenapa lewat agen? Saya pribadi pakai agen karena waktu yang sudah mepet, sisa 2 minggu lagi sebelum keberangkatan, sedangkan untuk beli langsung dari Eropa melalui web-nya Eurail.com itu perlu sekitar 2 minggu pengiriman. Ga mungkin banget kan!

Lalu sebenarnya mending beli di mana? Di web Eurail.com atau lewat agen yang ada di Indo?
Jawabannya : beli di mana pun sama saja. Bedanya, kalau pembayaran di web Eurail itu dihitung pakai Euro dan udah pasti kamu harus bayar pakai credit card, sedangkan di agen Indo itu kamu bisa transfer pakai rupiah ke rekening mereka (BCA atau Mandiri) sesuai dengan kurs yang mereka kasih. Soal harga, kalau dihitung-hitung, total akhirnya hampir sama koq. Mungkin kalau dilihat harga yang tertera di web-nya saja itu lebih murah yang agen Indo punya, tapi harga dari agen Indo belum termasuk ongkos booking sebesar 5 Euro per-tiket, dan ini juga berlaku setiap kita mau booking seat untuk kereta-kereta yang perlu reservasi. Sedangkan harga yang tertera di web Eurail itu sudah termasuk pajak, dll, yang belum termasuk hanya ongkir saja. Ongkirnya murah koq kalau yang standard (2 minggu), kalau mau yang ekspress barulah lebih mahal.

Bisa ngga sih beli Eurail Pass langsung di Eropa? 
Tidak bisa yah.. Eurail Pass harus dibeli diluar Eropa. Jadi perlulah diingat bahwa Eurail Pass ini harus dijaga baik-baik supaya tidak hilang, karena kalau hilang kita terpaksa harus beli tiket point to point yang notabene bakalan lebih mahal dibanding kalau kita pakai Eurail Pass, sayang banget kan..

Bagaimana cara menggunakan Eurail Pass?
Setelah sampai di Eropa, pass ini harus diaktifkan terlebih dahulu. Lebih baik sih diaktifkan pada hari kita mau pakai biar tidak buang-buang hari. Kami pribadi tidak menggunakan pass ini selama kami berada di Paris hari pertama dan kedua, hari ketiga barulah kami berencana menggunakannya untuk pergi ke Strassbourg. Tapi bodohnya, karena kami terlalu hati-hati, jadi semua passport kami tinggal di koper di apartment dan kami hanya bawa copy-annya saja sedangkan untuk mengaktifkan pass ini haruslah pakai passport. Batal sudah rencana menikmati indahnya kota Strassbourg. Jadi harus diingat yah, kalau mau mengaktifkan Eurail Pass itu HARUS bawa passport.

Worthed ga yah pakai Eurail Pass ini?
BANGET! Saya bilang worthed karena global pass yang saya gunakan ini mengcover hampir 95% ongkos transport kami. Di beberapa kota, salah satunya Zurich, pass ini bahkan bisa digunakan untuk kereta dalam kota. Tapi untuk kereta-kereta yang memerlukan reservasi, pass ini berlum termasuk biaya reservasi. Biaya reservasi itu sendiri berbeda-beda, tergantung dari jenis kereta, kelas, dan seberapa jauh trip yang akan kita tempuh.

Berikut adalah rincian biaya reservasi selama kami di Eropa :
- Paris to Zurich | TVG Lyria - 35 Euro/ org 2nd class
- Zurich to Milan | Euro City - 16 CHF/ org 1st class
- Milan to Rome | Frecciarossa 20 CHF/ org 1st class
- Rome to Munich | EuroNight 57 Euro/ org sleeper 1 kamar 4 org
- Koln to Amsterdam | ICE 5 Euro/ org 1st class (ini sebenarnya ga perlu booking, tapi saya booking biar fix tempat duduknya)
Selain kereta-kereta di atas, saya juga naik kereta untuk ke Lucerne, Engelberg, Interlaken, Spiez, Den Haag, Eindhoven, Zwolle tanpa booking, jadi bisa langsung naik dan duduk di gerbong sesuai dengan kelasnya.

Setiap kali naik kereta, kita harus isi 'journey details' yang ada di bawah tiket, tanggal berapa, jam berapa, naik kereta darimana kemana. Nanti kalau ada petugas yang periksa, kita tinggal tunjukin aja Eurail pass kita dan nanti dia akan kasih cap di samping kolom yang kita tulis. Tapi kenyataan sih ga semua petugas ngecek  dan kasih cap juga sih. Rata-rata mereka cuma cek kita punya tiket atau tidak dan apakah tempat duduk kita sesuai dengan kelasnya atau tidak. That's all.

Journey detail yang harus diisi tiap naik kereta


Tentang reservasi
Bagaimana kita tahu apakah kereta yang akan kita tumpangi itu perlu reservasi atau tidak? Semuanya bisa di cek di timetable yang ada di web Eurail.com atau kalau mau gampang, bisa download aplikasinya di Android/ IPhone : Rail Planner. Cara cek-nya, coba aja masukin kota asal dan kota tujuan kita, (misalnya Paris to Zurich), tanggal dan jam berangkat, then 'find route'.

Contoh pencarian rute kereta

Nanti muncul tuh jadwal-jadwal kereta yang sesuai dengan yang kita cari. Nah di ujung kanan jadwal itu akan ada tulisan 'R' yang dilingkari dengan lingkaran hijau dan yang dilingkari dengan garis putus-putus. 'R' dengan lingkaran hijau artinya harus melakukan reservasi sedangkan  'R' dengan lingkaran putus-putus artinya bisa reservasi dan bisa juga tidak. Tapi kalau misalnya kita tidak reservasi dan tiba-tiba nanti ditengah-tengah ada orang yang reservasi untuk seat yang sedang kita duduki, mau ga mau kita harus pindah. Saran saya sih untuk amannya mending reservasi saja, karena ngga enak banget kan kalau lagi enak-enak duduk di tengah-tengah perjalanan, tiba-tiba kita harus pindah kursi.

Contoh jadwal kereta

Cara reservasi?
Ada 2 cara untuk melakukan reservasi, yaitu via web dan on the spot di ticket office yang ada di setiap statiun. Nah berhubung saya beli Eurail Pass nya lewat agen di Indo, jadi saya harus reservasi melalui agen tersebut dan juga kena biaya booking sebesar 5 Euro per ticket, lumayan banget kan, 5 Euro per tiket dikali 4 orang sudah 20 Euro, mending buat beli makanan. Kalau kita beli Eurail Pass nya langsung di web-nya Eurail.com, kita bisa reservasi langsung melalui webnya. Reservasi/ booking seat bisa dilakukan dari 2 minggu sebelum jadwal keberangkatan. Tapi perlu diingat, kalau sudah melakukan reservasi, berarti jam keberangkatan kita udah fix hari itu dan jam itu.

Kami pribadi, kami tidak melakukan reservasi apapun sebelumnya. Jadi semua reservasi kami lakukan tepat pada saat kami akan berangkat saja. Lebih aman karena ngga mungkin akan ketinggalan kereta, cuma agak deg-deg an aja setiap kali mau reservasi, takut keretanya udah penuh. Seperti ketika kami hendak ke Rotterdam dari Koln. Rencananya sih naik Thalys, biar sampe ke Rotterdamnya ga terlalu malem dan juga ngga perlu ganti kereta, tapi karena semua seat udah full booked, akhirnya kami naik ICE yang ternyata biaya bookingnya jauh lebih murah dibanding Thalys - happy banget!!

Review kereta
Dari semua kereta yang kami tumpangi selama di Eropa, menurut saya yang paling nyaman dan servicenya memuaskan adalah Frecciarossa rute Milan to Rome. Kami dapat seat berempat dengan meja di tengah-tengah. Bangkunya comfy banget, selain itu kami juga dapat snack dan expresso gratis (kereta lain ga dapat loh). Untuk anak-anak, mereka juga menyediakan children kit yang isinya kertas bergambar untuk diwarnai, pencil warna, mainan kartu, snack, dan jus. Nomor 2, saya suka ICE Munich - Koln dan Koln - Amsterdam Schiphol. Bukan karena saya pecinta all about Germany yah :), tapi ICE ini memiliki ruang duduk yang lebih besar dibanding kereta yang lain, jadi enak duduknya, lega.

Yang menurut saya kurang enak adalah TVG Paris - Zurich. Mungkin pengaruh juga karena pilih yang kelas 2, jadi tempat duduknya sempit. Karena 1st class nya mahal booo!! 45 Euro per seat. Kelas 2 nya saja 35 Euro per set dan untuk ukuran kelas 2 dan kondisi kereta, harga segini itu ga worthed banget! Ga ngerti dah apa yang bikin harganya sebegitu mahal, karena dibanding kereta lain yang jauh lebih bagus, harga booking seatnya malah lebih murah. ICE Munich to Koln is only 5 Euro for 1st Class, lebih murah dan lebih bagus.

Sebagai penutup, beberapa tips dari saya jika mau keliling Eropa dengan kereta adalah :
1. Susun itinerary lengkap dengan jadwal keretanya.
2. Buat second plan untuk jadwal kereta, jaga-jaga kalau misalnya kereta penuh atau ketinggalan kereta, jadi kita ga usah panik karena udah ada option lain.
3. Kalau kita mau booking seat di ticket office yang ada di statiun, datanglah ke statiun lebih awal 1,5 jam sampai 45 menit sebelum keberangkatan. Jaga-jaga kalau ternyata kita harus muter statiun untuk mencari dimana si ticket office-nya dan juga kalau misalnya harus ngantri pas mau booking seat.
4. Kalau udah punya jadwal fix yang kamu rasa bisa kamu penuhi semuanya, bisa booking seat terlebih dahulu lewat web Eurail.com (kalau beli langsung di webnya) atau lewat agen (kalau beli di agen). Booking seat di aplikasi Rail Planner juga bisa, tapi terbatas alias ga semua kereta bisa di booking lewat aplikasi.
5. Ketika mau naik, perhatikan petunjuk di setiap rel atau kalau di Swiss dan Jerman disebut 'Gleis'. Nah di petunjuk itu bisa dilihat kelas 1 atau 2 itu di line A, B, C, atau D. Jadi kalau ditulis kelas 1 di line D, jangan nunggu di line A atau masuk gerbong lewat line A, nanti kamu harus jalan jauh di dalam kereta untuk menuju line D. Kebayangkan ngelewatin barisan seat-seat yang ngga terlalu besar sambil geret koper. Jadi petunjuk harus selalu diperhatikan yah..
6. Di beberapa kereta seperti ICE, ada gerbong khusus yang mengharuskan penumpangnya untuk tenang. Kalau bawa anak-anak, mending jangan pilih gerbong tersebut karena nanti kalau berisik, kamu bisa diomelin sama penumpang lain.
7. Yang terakhir, ingatlah selalu, jangan sampai Eurail Pass kamu hilang, karena ini penting banget dan kamu ngga bisa beli lagi ketika kamu sudah berada di Eropa. Mungkin saja ada agen-agen tour yang jual, tapi kalau official office yang di statiun itu ngga jual Eurail Pass. Lagipula sayang banget kan kalau harus keluar uang lagi buat beli tiket baru.

So.. happy travelling guys!

☺☺☺








Share
Tweet
Pin
Share
2 comments
Hi ibu-ibu yang punya anak kecil...

Pergi liburan adalah satu hal yang menyenangkan apalagi bila dilakukan bersama keluarga. Tapi bagaimana kalau masih punya bayi, anak batita, atau balita?? 

Punya anak bukanlah penghalang kita untuk pergi liburan lohh, ibu-ibu. Justru dengan liburan, kita bisa membangun hubungan yang lebih dekat dengan anak kita. Selain itu anak kita juga bisa belajar banyak hal lohh dari liburan itu sendiri. Misalnya kalau kita pergi ke kebun binatang, anak kita yang tadinya hanya bisa lihat binatang di buku atau TV jadi bisa secara langsung melihat ohh, harimau itu seperti itu bentuknya, jerapah itu begitu. Itu bagian dari belajar juga kan... :)

Repot kan liburan sama anak kecil? Repot? Saya hanya mengatakan bahwa yah, barang bawaan kita pasti akan bertambah, dibanding kalau kita liburan hanya berdua dengan suami atau dengan orang dewasa. Repot atau tidak itu relatif bagaimana kita menghadapinya. Perasaan takut repot itu pasti ada, saya pun setiap kali mau pergi liburan selalu ada ketakutan dalam diri saya, terutama pada si boy. 

Si boy anak saya yang bontot baru genap 3 tahun bulan Mei 2018 lalu, dia termasuk anak yang sangat aktif, tidak bisa diam, masih suka-suka dia dan belum ngerti kalau dibilangin. Hal itu menjadi ketakutan tersendiri buat saya, gimana yah kalau nanti di jalan dia cranky? Gimana kalau nanti di pesawat dia ga mau duduk tenang, kalau dia ga mau pakai sabuk pengaman gimana? Gimana kalau dia ngga mau duduk di stroller? Tapi saya jalanin saja, saya berserah, yang terjadi terjadilah. Yang saya bisa lakukan adalah memikirkan dan mempersiapkan cara agar dia bisa tenang di pesawat. Dan akhirnya untuk dia, memang harus ada persiapan khusus sih.

Tapi secara keseluruhan apa sih yang harus kita siapkan untuk berlibur bersama anak-anak agar liburan kita bisa berjalan lancar?

1. Stamina
Menurut saya ini hal yang sangat penting. Siapa sih yang mau kalau misalnya udah beli tiket pesawat dari jauh-jauh hari, tiba-tiba menjelang hari H, ehh si kecil sakit dan terpaksa kita batal pergi. Jadi stamina ini point yang sangat penting.

Sejak sebulan atau minimal 2 minggu sebelum pergi, saya selalu me-maintain kesehatan mereka. Saya ga pernah absen kasih mereka vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh mereka dan kalau perlu saya tambahin dengan imboost (ini kalau disekitar kita lagi ada yang sakit). Saya juga menjaga kualitas tidur mereka supaya cukup tidur dan menghindari hal-hal yang membuat mereka kelelahan seminggu sebelum pergi. Tapi yah jangan juga sampai mengurung diri di rumah.. main di sekitar komplek atau jalan ke mall masih ok. Tapi kalau seperti main playground atau olahraga yang cape gitu saya sih skip dulu. Agak takut juga main playground mengingat virus2 penyakit cepet bangun menular dari sana.

Untuk vitamin, bocah-bocah cocok sama Usanimals dari Us*na. Itu jenisnya tablet kunyah rasa jeruk. Belinya dari agen Usana karena ini produk dipasarkan secara MLM, tapi kalau mau yang gampang carinya, Usanimals ini kandungan sama dengan An*mal's Parade (ini banyak di Guardian atau
Century).

2. Memilih jam keberangkatan yang tepat untuk long flight
Kalau untuk perjalanan jauh dengan pesawat, saya lebih prefer untuk memilih penerbangan malam yang sesuai/ mendekati waktu tidur bocah-bocah. Dan trik nya agar mereka bisa segera tidur adalah, buatlah mereka cape sebelum naik pesawat. Bermain di  play zone atau mengajak mereka berkeliling airport juga bisa jadi pilihan aktivitas sebelum naik pesawat.

3. Cari Penginapan yang Ramah Anak
Ketika saya cari apartment di Eropa via AirBnb, saya mendapatkan beberapa apartment yang menolak tamunya membawa anak kecil dengan berbagai alasan. Tidak semua begitu, banyak juga koq yang apartment yang memperbolehkan anak kecil. Tapi walaupun demikian saya selalu melihat dulu bagaimana tipe apartment tersebut. Apakah tempat tidurnya di loft/ loteng dengan tangga curam? Kalau iya, saya pasti skip, karena saya takut si boy malahan naik turun tangga terus. Apakah ada balkon, kalau ada apakah aman juga ada anak? Itulah kira-kira yang saya pertimbangkan dalam memilih apartment, lebih bagus lagi kalau ada playground di area apartmentnya :)

Itu untuk apartment. Untuk hotel saya kira tidak masalah. Rata-rata mereka memperbolehkan anak kecil menginap.

4. Stoller
Jika masih perlu stroller, bawalah stroller untuk travelling. Kebanyakan stroller untuk traveling ini memiliki bobot yang ringan dan mudah dilipat, bahkan ada yang bisa dibawa masuk ke cabin pesawat. Tapi kalau tidak punya, apakah harus beli? TIDAK. Karena sekarang banyak koq yang nyewain stroller untuk travelling. Lihat saja di instagram, tinggal ketik #sewastrollertangerang misalnya, muncul deh gambar2 stroller yang disewakan berikut tempatnya. Untuk harga kurang lebih sama. Biasanya dihitung perminggu dan harus simpan deposit yang akan dikembalikan setelah stroller-nya kembali dalam keadaan sehat walafiat.

5. Membuat Itinerary
Meskipun tidak bisa 100% dilaksanakan, setidak nya kita sudah ada gambaran hari ini mau, besok mau kemana dan naik apa. Jika travelling bersama anak, buatlah itinerary yang juga ramah anak, jangan yang padat dari pagi sampai malam jalan kesana kesini atau shopping tidak berhenti. Adanya nanti kita repot kalau anaknya kecapean dan bosan. Mending kalau cape dia langsung tidur, nah kalau dia cranky? Selain itu, yang namanya liburan sama anak berarti kan anaknya juga harus senang, bukan ortunya doang yang senang.. Jadi buatlah itinerary yang menyenangkan juga buat mereka. Misalnya ke zoo, main playground, piknik di taman kota, atau berenang.

6. Pakaian
Penting untuk kita mengetahui keadaan tempat dimana kita akan berlibur. Kalau berlibur ke tempat panas, bawalah baju-baju yang adem. Kalau ke tempat dingin, bawalah baju yang sesuai untuk musim dingin. Jangan lupa bawa baju ekstra di ransel/ Diapers Bag.

7. Makanan
Bawa makanan kesukaan si kecil seperti biscuit, jelly, atau wafer. Kalau saya, biasanya saya bagi 2, di ransel ada di koper juga ada buat persediaan. Sedikit dan banyak, ngemil bisa membantu mengatasi/ mengalihkan rasa bosan si kecil lohh.. Bawa susu cair kotak boleh ga? Kalau naik pesawat, susu kotak boleh masuk bagasi dan biar ga bocor, bungkuslah pakai wrap atau plastik.

8. Mainan/ activity book
Mainan kesayangan bisa jadi hal yang jangan sampai ketinggalan. Mainan seperti puzzle, lego bisa juga jadi option. Atau kalau tidak mau ribet dengan banyaknya bawaan, mungkin juga bisa bikin/ beli semacam busy book. Berbagai aktivitas di dalam busy book tersebut bisa membuat si kecil anteng dan lupa sama bosannya.

9. Obat-obatan
Tidak ada yang mau jatuh sakit ketika berlibur, namun ada baiknya kita prepare dengan segala kemungkinan. Setiap kali berlibur, saya selalu menyiapkan satu tas berisi obat-obatan. Untuk bocah-bocah selain vitamain, saya juga selalu bawa obat turun panas, obat masuk angin (tol*k angin/ ant*ngin anak) obat diare, minyak kayu putih, minyak telon, obat anti muntah, obat maag, termometer, obat luka, dan plester untuk luka.

10. Botol Air Minum
Bukan sekedar katanya saja kalau yang namanya air putih itu mahal di luar negeri sana. Jangankan di Eropa, di Singapore saja air putih mahal. Untuk persiapannya, saya selalu bawa botol air minum extra dari rumah. Jadi sebelum saya keluar dari apartment atau hotel, saya isi semua botol saya, dan kalau habis tinggal cari dispenser atau kalau di Eropa ada kran air yang airnya bisa lsg diminum, isi ulang deh. Lumayanlah buat ngirit pengeluaran.

11. Tas Ransel/ Diapers Bag
Tidak ketinggalan penting, saya selalu membawa ini kemana-mana. Di dalam tas ransel ini, saya memasukkan pakaian ganti, kaos kaki, sun block, diapers, tissue basah, tissue kering, minyak telon, obat masuk angin, snack, mainan, dan minuman (air putih dan susu). Untuk minuman di pesawat tidak boleh, tapi saya bawa botolnya saja agar bisa diisi tiap saat.

12. Roller Blend Essential Oils
Yang terakhir ini yang ngga pernah ketinggalan. Roller Blend Essential Oils. Percaya atau tidak, essential oils ini beneran bisa menolong dalam beberapa kondisi. Awalnya juga saya ngga percaya, saya pikir itu hanya sugesti, bagaimana bisa orang batuk, dikasih essential oils lalu sembuh, but that's what happened. Dan sejak itu, essetial oils selalu ada dalam tas saya.

Essential Oils yang saya bawa adalah untuk sleep tight, imune booster, relax and clam, cough dan flu. Semua saya bikin sendiri dan saya masukkan ke botol roller jadi lebih gampang kalau mau pakai, tinggal gosok saja di belakang kuping, belakang leher, atau jempol kaki.

Nah, kira-kira begitulah persiapan saya untuk liburan bersama bocah-bocah. Semoga bisa jadi referensi dan kalau ada yang mau tambahin, silahkan comment yah..

Have a nice travelling!!









Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

About me

About Me

~ Mommy of two | Child of GOD ~


Travelling, it leaves you speechless the turns you into a storyteller

Follow Us

  • facebook
  • instagram
  • pinterest

POPULAR POSTS

  • Paduan Mengisi Formulir Aplikasi Visa Schengen
    Hai temen-temen yang mau apply visa Schengen... Seperti yang sudah saya tulis di post sebelumnya, mengunduh dan mengisi formulir aplika...
  • Apply Sendiri Visa Schengen untuk Keluarga
    EROPA adalah benua yang bisa dibilang banyak dimintai orang-orang untuk berlibur. Banyaknya tiket promo dari airlines juga tour-tour murah ...
  • Semalam di Grand Mercure Bandung
    Berhubung saya orang Bandung, jadi walaupun saya suka ke Bandung tapi saya tidak pernah sekalipun menginap di hotel di Bandung. Dan Grand M...
  • Keliling Eropa dengan Eurail Pass
    Setelah memutuskan untuk pergi ke Eropa pada liburan musim panas lalu dan juga kebetulan mendapatkan tiket harga promo dari Etihad SIN - CD...
  • Pengalaman & Tips Booking Apartment di AirBnB
    Well ..  who doesn't know AirBnB now a day?? Sejak launching hingga saat ini, AirBnB sukses menjadi salah satu situs penyedia akomo...
Copyright by. insidetheirbackpack. Powered by Blogger.

Blog Archive

  • ▼  2018 (10)
    • ▼  October (1)
      • Metro Oh Metro...
    • ►  September (2)
    • ►  July (3)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
  • ►  2017 (5)
    • ►  August (1)
    • ►  February (4)
  • ►  2016 (1)
    • ►  November (1)

Categories

akomodasi eropa indonesia tips transportation travelling with kids visa

Created with by BeautyTemplates| Distributed By Gooyaabi Templates