Little Wanderer

facebook instagram pinterest
  • HOME
  • INDONESIA
    • Bali
    • Malang
  • ABROARD
    • Singapore
    • Japan
    • Paris
    • Switzerland
    • Rome
    • Netherland
  • VISA
  • ACCOMODATION
  • TRANSPORT
  • FOODIE
  • TIPS
Hi ibu-ibu yang punya anak kecil...

Pergi liburan adalah satu hal yang menyenangkan apalagi bila dilakukan bersama keluarga. Tapi bagaimana kalau masih punya bayi, anak batita, atau balita?? 

Punya anak bukanlah penghalang kita untuk pergi liburan lohh, ibu-ibu. Justru dengan liburan, kita bisa membangun hubungan yang lebih dekat dengan anak kita. Selain itu anak kita juga bisa belajar banyak hal lohh dari liburan itu sendiri. Misalnya kalau kita pergi ke kebun binatang, anak kita yang tadinya hanya bisa lihat binatang di buku atau TV jadi bisa secara langsung melihat ohh, harimau itu seperti itu bentuknya, jerapah itu begitu. Itu bagian dari belajar juga kan... :)

Repot kan liburan sama anak kecil? Repot? Saya hanya mengatakan bahwa yah, barang bawaan kita pasti akan bertambah, dibanding kalau kita liburan hanya berdua dengan suami atau dengan orang dewasa. Repot atau tidak itu relatif bagaimana kita menghadapinya. Perasaan takut repot itu pasti ada, saya pun setiap kali mau pergi liburan selalu ada ketakutan dalam diri saya, terutama pada si boy. 

Si boy anak saya yang bontot baru genap 3 tahun bulan Mei 2018 lalu, dia termasuk anak yang sangat aktif, tidak bisa diam, masih suka-suka dia dan belum ngerti kalau dibilangin. Hal itu menjadi ketakutan tersendiri buat saya, gimana yah kalau nanti di jalan dia cranky? Gimana kalau nanti di pesawat dia ga mau duduk tenang, kalau dia ga mau pakai sabuk pengaman gimana? Gimana kalau dia ngga mau duduk di stroller? Tapi saya jalanin saja, saya berserah, yang terjadi terjadilah. Yang saya bisa lakukan adalah memikirkan dan mempersiapkan cara agar dia bisa tenang di pesawat. Dan akhirnya untuk dia, memang harus ada persiapan khusus sih.

Tapi secara keseluruhan apa sih yang harus kita siapkan untuk berlibur bersama anak-anak agar liburan kita bisa berjalan lancar?

1. Stamina
Menurut saya ini hal yang sangat penting. Siapa sih yang mau kalau misalnya udah beli tiket pesawat dari jauh-jauh hari, tiba-tiba menjelang hari H, ehh si kecil sakit dan terpaksa kita batal pergi. Jadi stamina ini point yang sangat penting.

Sejak sebulan atau minimal 2 minggu sebelum pergi, saya selalu me-maintain kesehatan mereka. Saya ga pernah absen kasih mereka vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh mereka dan kalau perlu saya tambahin dengan imboost (ini kalau disekitar kita lagi ada yang sakit). Saya juga menjaga kualitas tidur mereka supaya cukup tidur dan menghindari hal-hal yang membuat mereka kelelahan seminggu sebelum pergi. Tapi yah jangan juga sampai mengurung diri di rumah.. main di sekitar komplek atau jalan ke mall masih ok. Tapi kalau seperti main playground atau olahraga yang cape gitu saya sih skip dulu. Agak takut juga main playground mengingat virus2 penyakit cepet bangun menular dari sana.

Untuk vitamin, bocah-bocah cocok sama Usanimals dari Us*na. Itu jenisnya tablet kunyah rasa jeruk. Belinya dari agen Usana karena ini produk dipasarkan secara MLM, tapi kalau mau yang gampang carinya, Usanimals ini kandungan sama dengan An*mal's Parade (ini banyak di Guardian atau
Century).

2. Memilih jam keberangkatan yang tepat untuk long flight
Kalau untuk perjalanan jauh dengan pesawat, saya lebih prefer untuk memilih penerbangan malam yang sesuai/ mendekati waktu tidur bocah-bocah. Dan trik nya agar mereka bisa segera tidur adalah, buatlah mereka cape sebelum naik pesawat. Bermain di  play zone atau mengajak mereka berkeliling airport juga bisa jadi pilihan aktivitas sebelum naik pesawat.

3. Cari Penginapan yang Ramah Anak
Ketika saya cari apartment di Eropa via AirBnb, saya mendapatkan beberapa apartment yang menolak tamunya membawa anak kecil dengan berbagai alasan. Tidak semua begitu, banyak juga koq yang apartment yang memperbolehkan anak kecil. Tapi walaupun demikian saya selalu melihat dulu bagaimana tipe apartment tersebut. Apakah tempat tidurnya di loft/ loteng dengan tangga curam? Kalau iya, saya pasti skip, karena saya takut si boy malahan naik turun tangga terus. Apakah ada balkon, kalau ada apakah aman juga ada anak? Itulah kira-kira yang saya pertimbangkan dalam memilih apartment, lebih bagus lagi kalau ada playground di area apartmentnya :)

Itu untuk apartment. Untuk hotel saya kira tidak masalah. Rata-rata mereka memperbolehkan anak kecil menginap.

4. Stoller
Jika masih perlu stroller, bawalah stroller untuk travelling. Kebanyakan stroller untuk traveling ini memiliki bobot yang ringan dan mudah dilipat, bahkan ada yang bisa dibawa masuk ke cabin pesawat. Tapi kalau tidak punya, apakah harus beli? TIDAK. Karena sekarang banyak koq yang nyewain stroller untuk travelling. Lihat saja di instagram, tinggal ketik #sewastrollertangerang misalnya, muncul deh gambar2 stroller yang disewakan berikut tempatnya. Untuk harga kurang lebih sama. Biasanya dihitung perminggu dan harus simpan deposit yang akan dikembalikan setelah stroller-nya kembali dalam keadaan sehat walafiat.

5. Membuat Itinerary
Meskipun tidak bisa 100% dilaksanakan, setidak nya kita sudah ada gambaran hari ini mau, besok mau kemana dan naik apa. Jika travelling bersama anak, buatlah itinerary yang juga ramah anak, jangan yang padat dari pagi sampai malam jalan kesana kesini atau shopping tidak berhenti. Adanya nanti kita repot kalau anaknya kecapean dan bosan. Mending kalau cape dia langsung tidur, nah kalau dia cranky? Selain itu, yang namanya liburan sama anak berarti kan anaknya juga harus senang, bukan ortunya doang yang senang.. Jadi buatlah itinerary yang menyenangkan juga buat mereka. Misalnya ke zoo, main playground, piknik di taman kota, atau berenang.

6. Pakaian
Penting untuk kita mengetahui keadaan tempat dimana kita akan berlibur. Kalau berlibur ke tempat panas, bawalah baju-baju yang adem. Kalau ke tempat dingin, bawalah baju yang sesuai untuk musim dingin. Jangan lupa bawa baju ekstra di ransel/ Diapers Bag.

7. Makanan
Bawa makanan kesukaan si kecil seperti biscuit, jelly, atau wafer. Kalau saya, biasanya saya bagi 2, di ransel ada di koper juga ada buat persediaan. Sedikit dan banyak, ngemil bisa membantu mengatasi/ mengalihkan rasa bosan si kecil lohh.. Bawa susu cair kotak boleh ga? Kalau naik pesawat, susu kotak boleh masuk bagasi dan biar ga bocor, bungkuslah pakai wrap atau plastik.

8. Mainan/ activity book
Mainan kesayangan bisa jadi hal yang jangan sampai ketinggalan. Mainan seperti puzzle, lego bisa juga jadi option. Atau kalau tidak mau ribet dengan banyaknya bawaan, mungkin juga bisa bikin/ beli semacam busy book. Berbagai aktivitas di dalam busy book tersebut bisa membuat si kecil anteng dan lupa sama bosannya.

9. Obat-obatan
Tidak ada yang mau jatuh sakit ketika berlibur, namun ada baiknya kita prepare dengan segala kemungkinan. Setiap kali berlibur, saya selalu menyiapkan satu tas berisi obat-obatan. Untuk bocah-bocah selain vitamain, saya juga selalu bawa obat turun panas, obat masuk angin (tol*k angin/ ant*ngin anak) obat diare, minyak kayu putih, minyak telon, obat anti muntah, obat maag, termometer, obat luka, dan plester untuk luka.

10. Botol Air Minum
Bukan sekedar katanya saja kalau yang namanya air putih itu mahal di luar negeri sana. Jangankan di Eropa, di Singapore saja air putih mahal. Untuk persiapannya, saya selalu bawa botol air minum extra dari rumah. Jadi sebelum saya keluar dari apartment atau hotel, saya isi semua botol saya, dan kalau habis tinggal cari dispenser atau kalau di Eropa ada kran air yang airnya bisa lsg diminum, isi ulang deh. Lumayanlah buat ngirit pengeluaran.

11. Tas Ransel/ Diapers Bag
Tidak ketinggalan penting, saya selalu membawa ini kemana-mana. Di dalam tas ransel ini, saya memasukkan pakaian ganti, kaos kaki, sun block, diapers, tissue basah, tissue kering, minyak telon, obat masuk angin, snack, mainan, dan minuman (air putih dan susu). Untuk minuman di pesawat tidak boleh, tapi saya bawa botolnya saja agar bisa diisi tiap saat.

12. Roller Blend Essential Oils
Yang terakhir ini yang ngga pernah ketinggalan. Roller Blend Essential Oils. Percaya atau tidak, essential oils ini beneran bisa menolong dalam beberapa kondisi. Awalnya juga saya ngga percaya, saya pikir itu hanya sugesti, bagaimana bisa orang batuk, dikasih essential oils lalu sembuh, but that's what happened. Dan sejak itu, essetial oils selalu ada dalam tas saya.

Essential Oils yang saya bawa adalah untuk sleep tight, imune booster, relax and clam, cough dan flu. Semua saya bikin sendiri dan saya masukkan ke botol roller jadi lebih gampang kalau mau pakai, tinggal gosok saja di belakang kuping, belakang leher, atau jempol kaki.

Nah, kira-kira begitulah persiapan saya untuk liburan bersama bocah-bocah. Semoga bisa jadi referensi dan kalau ada yang mau tambahin, silahkan comment yah..

Have a nice travelling!!









Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Penerbangan saya ke Paris berangkat jam setengah 9 malam dan saya punya waktu kurang lebih 7 jam di Singapore. Niatan hati pengen ikut City Tour gratis yang emang adalah fasilitas dari Changi Airport untuk yang transit lebih dari 6 jam. City Tour berlangsung selama 2 jam saja, siapa yang boleh ikut adalah mereka yang memenuhi syarat dan ketentuan yang ditetapkan diantaranya, transit tidak lebih dari 24 jam dan tidak kurang dari 6 jam, dan sudah memiliki boarding pass. Semua syarat sebenarnya sudah kita penuhi tapi apa daya begitu sampai di Singapore semuanya berubah.

Pesawat tiba di Singapore sekitar jam 11 siang di terminal 3. Lalu karena kita bawa bocah, lupakanlah buru2 ambil koper dan jalan ke terminal 2 tempat counternya si City Tour. Yang adalah berhenti di playground dan main dulu, sementara emak dan bapaknya sibuk cari WIFI dan nyebelinnya entah kenapa Kartu Halo saya tidak dapat sinyal di sana, jadi saya harus cari spot untuk dapetin password untuk WIFI gratis di Changi. 

Selesai main dan ambil bagasi, saya lihat jam sudah hampir setengah 1 siang dan kita belum makan. Tengok kanan-kiri terlihatlah McD di sebelah kanan pintu keluar terminal 1. Walaupun tetanggaan, tapi menu McD di Singapore beda banget loh sama di Indo. Mereka ga jual ayam kaya KFC dan ga ada nasi. Jadi kita beli paket nugget dan french fries saja plus 2 minum. Yang beda lagi, kalo di Indo kan kasir dan yang siapin makanannya satu orang, di Singapore kasir sama yang nyiapin makanan itu beda orang. Setelah kita bayar, kita akan dikasih struk yang ada nomor antriannya, jadi pesanan kita dibuat berdasarkan nomor itu. Kita bisa liat apakah pesanan kita sudah selesai atau belum di layar tv besar di atas kasir. Dilayar tersebut ada 2 kolom, yang satu untuk yang pesan langsung di kasir dan yang satunya lagi untuk yang pesan melalui mesin yang ada di depan. Nah ini canggihnya lagi di Singapore, kita bisa pesan sendiri melalui mesin dan langsung bayar disitu juga pakai kartu, setelah itu kita akan dapat  struk yang berisi nomor antrian juga. Tinggal tunggu sampai nomor kita muncul, makan dehh..  ga pake ribet kan?? Kira-kira kalau yang begini diterapin di Indo bisa ga yah??

Beres makan sudah hampir jam 2, pupus sudah ikutan city tour yang dimana pendaftarannya tutup setengah 2 untuk kloter keberangkatan jam 3. Ya sudah deh, kita ganti rencana. Browsing mengenai airport dan ternyata ada banyak hal yang bisa kita lakukan di Changi Airport ini. Mulai dari Spa sampai nonton bioskop gratis bisa dilakukan. Dan di tiap terminal ada fasilitas yang beda2, tapi karena kita akan berangkat dari terminal 2, jadi kita pilih untuk explore terminal 2 saja. 

Dari terminal 3 ke 2 kami naik sky train dan menuju ke area keberangkatan. Sayangnya masih kurang setengah jam lagi sampai early check-in dibuka, jadi hingga waktunya kami foto-foto saja di area keberangkatan.


Jam 3, early check in dibuka, kami langsung check in dan masukin barang-barang ke bagasi. Dapat 2 boarding pass, yang satu untuk Singapore-Abu Dhabi, dan yang satu untuk Abu Dhabi-Paris. Sampai waktu boarding, kami masih punya waktu kira-kira 4 jam dan dimulailah explore kita.

Changi International Airport Singapore terdiri dari 4 terminal. Terminal 1 adalah yang tertua, dibuka pada tahun 1981. Terminal 2 dibuka tahun 1990 melayani keberangkatan tujuan Timur Tengah, Asia Tengggara, dan Afrika. Terminal 3 melayani keberangkatan menuju Eropa, Amerika, Asia Timur, dan Oceania, dan juga merupakan base nya Singapore Airlines. Penerbangan dari Indonesia seperti Garuda, Batik Air, Lion Air juga menggunakan terminal ini. Dan yang terakhir adalah yang baru dibuka tahun 2017 terbaru yaitu terminal 4, melayani low cost-carrier seperti Air Asia, Air Asia Indonesia, Thai AirAsia dll. Semua terminal di Changi Airport ini terhubung dengan SkyTrain kecuali terminal 4 yang harus menggunakan Shuttle Bus yang bisa diakses dari Terminal 2.

Lalu apa saja fasilitas dan atraksi yang bisa dinikmati di Changi Airport? Banyak. Seperti yang sudah saya tulis diatas, setiap terminal punya fasilitas dan atraksi yang berbeda-beda. Dan karena kami akan berangkat dari terminal 2, jadi kami hanya menjajah terminal 2 saja. Untuk denah terminal 2 adalah seperti foto dibawah ini :

Denah Terminal 2 Changi Airport

Perlu dicatat, meskipun keliatannya kecil, tapi aslinya terminal 2 ini gede banget lohh. Jadi saya sarankan kalau udah deket waktu boarding, mending mainnya di sekitar gates saja, karena jarak dari gate D sampe F itu cukup jauh, lumayan ngos-ngosan kalau jalan cepet.

Berhubung waktu kita pergi adalah waktu liburan, jadi terminal 2 ini rame banget. Hampir semua bangku untuk istirahat penuh terisi mulai dari yg posisi santai untuk tidur sampai bangku biasa. Hilanglah impian bisa duduk santai sambil liat pesawat-pesawat berjejer di depan mata. 

1. Enchanted Garden
Ini ada ‘garden’ pertama yang saya temui setelah masuk ke departure area. Saya ngga tau kenapa disebut garden karena aslinya ukurannya tidak seperti garden bayangan saya. Enchanted garden ini berada di tengah, sebelah kiri dari pintu masuk. Ukurannya mungkin 5x8 m2. Ada 2 buah pilar besar berbentuk bunga yg isinya juga bunga, jembatan kecil, dan kolam berisi ikan koi. Spot inilah yang paling banyak menarik orang untuk berfoto.

Si Oma eksis
si boss ikutan eksis

2. Shopping
Untuk urusan yang satu ini, sebenarnya dalam hati sih pengen walaupun sekedar lihat-lihat tanpa beli, tapi apa daya punya kiddo yang pada ga bisa betah diajak shopping. Jadi saya skip untuk hal ini, padahal banyak banget lohh toko-toko branded yang bisa dilihat, mulai dari fashion, kosmetik, parfum, toko oleh-oleh, dll. 

3. Makanan
Sepupu saya bilang Old Chang Kee yang di Terminal 2 enak loh. Berpegang pada kata-katanya, jadi makanan yang pertama kali saya cari di sana adalah Old Chang Kee dan memang benar enak. Old Chang Kee di terminal 2 ini juga jual rice box, isinya macam-macam, ada paket nasi lemak, ada beef & chicken teriyaki, dan satu lagi saya lupa apa. Harganya terjangkau dan porsinya banyak. Saya beli yang paket isi nasi lemak, dapat telur mata sapi, ayam, semacam serundeng, dan acar, bisa makan berdua dengan si boss. Rasanya yahh.. karena kami ngga pernah makan nasi lemak, jadi menurut kami sih agak aneh. 

Selain Old Chang Kee, masih banyak makanan lainnya. Di sebelah Old Chang Kee ada Ya Kun Kaya Toast, lalu ada juga Pezzo Pizza, Boost Juice Bar, pokonya mulai dari yang berbentuk restaurant sampe booth semua ada. Mau Indian, Turkish, Chinese, Western Food, komplit dah pokonya. Jangan tanya Starbucks atau Coffee Bean yah, itu sih udah pasti ada. Oh yah.. ada juga boothnya si Irvin Skin Fish yang happening banget di sana dan wow yang beli ngantri lohhh..

4. Orchid Garden
Kalau yang tadi Enchanted garden adanya di sebelah kiri pintu masuk, Orchid Garden ini ada di sebelah kanan. hampir sama lah dengan  Enchanted garden, ada kolamnya juga, tapi sesuai namanya, bunga-bunga di Orchid Garden yah semuanya anggrek.

Orchid Garden

5. Sun Flower Garden
Garden yang ini letaknya di lantai 2 dan di luar ruangan alias outdoor. Nah yang ini sih betulan seperti garden walaupun kecil. Tapi karena diluar, jadi begitu keluar dari ruangan, rasanya panas dan agak bau asap. 


6. Entertaiment Desk
Cape jalan-jalan, si boss pengen cari tempat duduk katanya. Pas di sebelahnya Sun Flower Garden ini ada kaya bioskop kecil, tempat duduknya cuma 6 baris, 1 baris ada 7 bangku. Di sana masih banyak bangku kosong, jadi kami langsung duduk di sana. Filmnya yang akan diputar adalah Good Bye Christopher Robin. Baru kira-kira duduk 15 menit, si boy mulai teriak, bosan, dan minta keluar. Akhirnya terpaksa di bawa keluar sama si boss dan mereka pindah duduk di luar bioskop mini. Untungnya di lantai 2 itu tidak serame lantai bawah. Masih banyak bangku-bangku yang bisa didudukin di sana. Sambil ngopi, akhirnya kami duduk-duduk di luar bioskop untuk istirahat.

Selain Bioskop ada juga ruangan kecil untuk main game. Ada mini golf dan beberapa permainan lainnya. Lumayanlah buat ngilangin bosan waktu nunggu waktu boarding. 

7. Family Zone
Semakin mendekati waktu boarding, kami memutuskan untuk turun lagi ke bawah untuk makan malam. Maksud hati saya adalah sekalian saya mau bikin si boy cape biar tidur di pesawat, jadi saya mau kasih dia makan dulu sebelum dia tidur. Tapi apa daya, sebelum dikasih makan, dia sudah tidur. Dalam hati, mateng deh gw di pesawat kalau ini anak ngga tidur. Akhirnya saya kasih dia tidur 45 menit lalu saya bangunkan dan saya ajak main playground di family zone. Selain ada playground, di family zone ini juga ada WC dan ruangan kecil dengan TV dan sofa. Juga ada dispenser air panas untuk bikin susu dll. 

Kalau berdasarkan pengalaman saya kemarin, terminal 2 ini bisa dijelajahi hanya dengan waktu sejam setengah saja kalau hanya untuk lihat kanan-kiri dan foto-foto. Jadinya kemarin itu saya merasa cape nunggu. Tapi kalau sembari lihat-lihat toko-toko sih tidak akan terlalu membosankan (menurut saya).

Ada yang punya pengalaman lain di Changi Airport?? 

























Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Berhubung saya orang Bandung, jadi walaupun saya suka ke Bandung tapi saya tidak pernah sekalipun menginap di hotel di Bandung. Dan Grand Mercure Setiabudhi ini sebenarnya seringkali saya lewatin tiap kali saya ke Bandung karena terletak di jalan menuju rumah mama saya di Lembang. Tapi kali ini, karena saya cuma ke Bandung sehari untuk menghadiri pernikahan sepupu saya dan untuk bolak balik Lembang akan makan waktu, jadinya saya memutuskan untuk menginap di Grand Mercure Setiabudhi ini.

Dulu sebelum di renovasi dan dibangun kembali jadi megah seperti sekarang, tempat tersebut bernama Talaga Sari, sebuah hotel kecil tapi terkenal dengan restorannya yang enak. Dulu waktu masih SD dan SMP, kami (saya, ortu saya, dan teman-temannya) sering makan malam di restoran itu. Saya lupa dulu namanya restoran apa, tapi yang paling terkenal adalah bubur malamnya. Disajikan mulai dari jam 9 malam, sistemnya all u can eat. Selain bubur, ada juga dimsum dan makanan lainnya, dan yang paling saya suka ada melon santan yang disajikan sebagai dessert, itu enak banget.

Sekian nostalgianya, balik ke masa kini. Ketika saya booking hotel ini di booking.com, saya baru tahu kalau Mercure itu ternyata ada Mercure saja dan ada Grand Mercure. Dan kebanyakan adalah Mercure saja sedangkan Grand Mercure di Indonesia jumlahnya lebih sedikit. Ada embel2 'Grand' di depannya bayangan saya pastilah lebih besar dibanding Mercure biasa dan yang pasti harganya juga lebih mahal. Di Bandung sendiri, untuk Mercure hotel harganya sekitar 700-800rb per malam nah sedangkan Grand Mercure ini mencapai 1,2jt per malam nya. Worthed kah?

         

Untuk segi fasilitas, saya bilang cukup worthed. Kamarnya besar, sekitar 26m2. Kemarin saya pesan yang double bed. Di dalam kamar ada bed sofa, meja tulis, bangku, TV, kulkas, lemari, dll seperti halnya fasilitas kamar hotel lainnya.

Apa yang bikin hotel ini beda adalah ramah anak. Hotel ini punya 2 kolam renang, yang untuk dewasa dan untuk anak-anak. Airnya juga air hangat - FYI jarang loh nemu hotel yang kolamnya pake air hangat. Jadi aman deh untuk anak-anak kecil berenang, karena kalau airnya dingin kan takut juga kalau masuk angin. Selain kolam, hotel ini juga punya kids club yang letaknya tidak jauh dari kolam renang untuk anak. Saya sempat mengintip ketika bocah-bocah main di sana ditemani si mba, ada perosotan, puzzle, mandi bola mini, ada juga fasilitas untuk menggambar dan mewarnai. Walaupun  kecil tapi lengkap dan cukup untuk membuat bocah-bocah betah main di kids clubnya.

     


         

Yang terakhir dan yang penting menurut saya adalah breakfastnya. Breakfastnya bisa dibilang lengkap banget. Mulai dari Western, Asian, dan Indonesian semua ada. Dari nasi sampe kue-kue kecil seperti klepon pun ada. Sambil menunggu anak-anak renang, saya dan saudara saya pun menghabiskan waktu kami untuk coba ini itu (ga mau rugi) sampe waktu breakfast berakhir.

Jadi buat yang mau coba menginap di Grand Mercure Setiabudhi ini, jangan ragu-ragu yahh.. Udah lokasinya enak, makanannya enak, dan apalagi kl yang bawa anak, cocok banget deh untuk liburan keluarga. Untuk booking hotelnya sendiri, waktu itu saya booking lewat agoda.com karena di sana saya dapet harga lebih murah dibanding yang lainnya :)

Happy holiday!!



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Hai temen-temen yang mau apply visa Schengen...

Seperti yang sudah saya tulis di post sebelumnya, mengunduh dan mengisi formulir aplikasi  visa adalah salah satu hal yang terpenting. Saya pribadi agak sedikit bingung ketika mengisi formulir aplikasi terutama formulirnya punya anak-anak, karena tidak terlalu banyak juga referensi yang saya temukan di internet. Pada akhirnya saya mengisi sebisa saya dan pada saat diperiksa oleh petugas VFS baru ada beberapa yang direvisi sesuai petunjuk si petugas.

Nah di sini saya mau share sedikit cara pengisian formulir aplikasi visa Schengen sesuai dengan apa yang saya dapat dari petugas VFS, semoga bisa membantu temen-temen semua :)

Pertama-taman, unduh formulir aplikasi diSINI.



KETERANGAN :

1. Surname 
Isi dengan family name sesuai yang tertera di passport

2. Surname at birth (former family name)
Jika nama keluarga kamu saat lahir berbeda dengan nama keluarga di passport. Jadi misalkan nama keluarga yang dipassport ikut nama keluarga suami, nah kamu harus isi kolom ini dengan nama keluarga kamu sebelum kamu pakai nama keluarga suami.

3. First name/ given name
Isi dengan nama depan sesuai passport

4,5, 6. Date of Birth, Place of Birth, Country of Birth
Isi dengan tanggal lahir, tempat lahir, negara tempat kamu lahir

7. Current Nationality & Nationality at birth
Kewarganegaraan kami saat ini dan kewarganegaraan kami saat lahir (jika berbeda)

8, 9. Sex & Marital Status
Isi salah satu 

10. In the Case of minors
Isi dengan nama kedua orangtua untuk form aplikasi anak.

11. National Identify Number
Isi dengan nomor KTP atau SIM yang masih berlaku

12. Type of Travel Document
pilih jenis visa yang akan kita apply, kalau mau berkunjung untuk liburan pilih visa tourist

13. Number of travel document
Isi dengan nomor passport 

14. Date of Issue
Tanggal penerbitan passport

15. Valid Until 
Masa berlaku passport (passport harus masih berlaku minimal 6 bln ke depan, kalau udah mepet2 mau habis, mendingan perpanjang dulu, baru minta visa)

16. Issued by
Isi dengan nama kantor imigrasi yang menerbitkan passport kamu

17. Applican't Home Address
Isi sesuai dengan alamat tempat tinggal kamu sekarang

18. Residence in a Country Other than the Country of Current Nationality?
Pilih YES jika kamu adalah warga negara asing yang sedang menetap di Indonesia, NO jika kamu adalah WNI dan tinggal di Indo.

19. Current Occupation
Isi dengan pekerjaan kamu saat ini

20. Employer and Employer's Address and Telephone Number 
Isi dengan nama perusahaan dan alamat kantor dimana kamu bekerja. Jika kamu adalah pelajar/ mahasiswa, isi dengan nama sekolah dan alamatnya

21. Main Purposes (s) of the Journey
Ada banyak pilihan, tapi kalau mau berlibur, pilihlah wisata/ tourism. Gimana kalau kita mau mengunjungi keluarga/ teman?? Pilih 'visiting family/ friend'. Tapi kalau kamu pulih ini, kamu harus menyertakan surat undangan/ surat sponsor dari mereka juga. 

22. Member State (s) of Destination
Isi dengan negara-negara yang akan kami kunjungi di Eropa.

23. Member State of First Entry
Isi dengan negara dimana pertama kali kami masuk sesuai tiket. Jadi kalau kamu masuk di Perancis, isilah dengan Perancis.

24. Number of Entries Requested
Pilih multiple agar kita bisa keluar masuk Eropa selama visa berlaku

25. Duration of the Intended Stay or Transit
Isi dengan lama perjalanan kamu di Eropa

26. Schengen Visas Issued during the Past Three Years
Isi YES kalau sudah pernah punya visa Schengen dalam 3 tahun terakhir. Kalau tidak, pilihlah NO

27. Fingerprints Collected Previously for the Purpose of Applying for a Schengen Visa?
Kalau kamu pernah apply visa Schengen dan sudah pernah diambil sidik jarinya, pilih YES, kalau tidak pernah pilih NO

28. Entry Permint for the Final Country of Destination
Diisi kalau negara tujuan terakhir kamu (bukan Eropa) memerlukan visa, misalkan habis dari Eropa kamu mau langsung ke Korea, nah ini harus diisi. Tapi kalau tidak, dikosongkan saja.

29. Intended date of Arrival in the Schengen Area
Isi dengan tanggal kamu masuk ke Schengan Area

30. Intended date of Departure from the Schengen Area
Isi dengan tanggal kepulangan kamu

31. Surname and First Name for the Inviting Person (s) in the Member State (s). If not Appicable, name of Hotel (s) or Temporary Accommodation (s) in the Member of State (s)
Kalau saya, bagian ini saya isi dengan nama-nama hotel selama saya berada di Eropa

32. Surname, First Name, Address, Telephone, Fax, Email of Contact Person in Company/ Organisation
Ini dengan contact person dari perwakilan perusahaan yang mengundang kamu (kalau kamu apply visa kerja). Kalau tidak ada, kosongkan saja.

33. Cost of Travelling and Living during The Applicant's Stay is Covered
Ada 2 kolom di sini. Kalau kamu pergi dengan biaya sendiri pilihlah kolom pertama. Lalu pilih jenis harta yang dibawa, apakah cash, kartu kredit, atau yang lainnya. Nah kalau kamu pergi atas biaya orang lain, misalnya dibiayain suami/ orangtua, pilihlah kolom kedua, lalu isi nama orang yang akan membiayain kamu selama kamu tinggal di sana, juga apa hubungannya dengan kamu.

34. Personal Data of the Family Member Who is an EU, EEA, or CH Citizen
Kalau punya keluarga yang adalah warga negara EU, EEA, atau CH boleh diisi, kalau tidak dikosongkan saja.

35. Family Relationship with an EU, EEA or CH Citizen
Kosongkan kalau tidak ada

36. Place and Date
Tempat dan tanggal waktu mengisi formulir

37. Signature
Tanda tangan applicant. Kalau untuk anak-anak, yang harus tanda tangan di sini adalah kedua orang tuanya. 

OH yah.. jangan lupa saat datang ke VFS Global bawa foto ukuran 3,5 x 4,5 cm 2 buah dengan latar belakang putih yah.. kalau tidak sempat foto atau misalkan foto kita salah, kita bisa foto ulang di booth foto yang ada di kantor VFS.

Kalau ada pertanyaan dan masukan silahkan comment ya guys... :)

☺☺☺

Baca juga :
- Apply Sendiri Visa Schengen untuk Keluarga


Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
EROPA adalah benua yang bisa dibilang banyak dimintai orang-orang untuk berlibur. Banyaknya tiket promo dari airlines juga tour-tour murah sekarang ini semakin memudahkan orang-orang yang ingin menginjakan kakinya di Benua Biru tersebut. Tapi tentunya semua orang tahu bahwa kalau kita mau ke Eropa kita perlu visa. Visa apa? Namanya adalah visa Schengen.

Apa itu VISA SCHENGEN?
Visa Schengen adalah visa yang harus kita miliki jika kita ingin menjelajahi negara-negara Uni Eropa. Ada 26 negara yang termasuk wilayah Schengen, apa saja?

negara-negara yang termasuk wilayah Schengen, tidak termasuk UK dan Ireland
Jadi dengan memiliki satu visa Schengen, kita bebas keluar masuk negara-negara tersebut sesuka hati asalkan tidak melebihi masa berlaku visa yah... Lalu berapa lama masa berlaku visa Schengen itu. Macam-macam. Ada yang 30 hari, 90 hari, 1 tahun, 3 tahun, tidak tentu, tergantung kedutaannya kasihnya berapa lama.

Susah tidak yah apply visa Schengen itu??
Dibilang susah atau tidak, menurut saya ya tidak susah asalkan semua persyaratan kita lengkap dan juga tidak gampang karena semua harus sudah terencana secara detail, karena kedutaan akan memeriksa itinerary kita, terutama akomodasi. Jadi kalau mau minta visa Schengen, dipastikan kita harus udah punya bukti booking-an hotel atau apartment atas nama kita, kalau ngga kemungkinan visa kita akan ditolak.

Di kedutaan mana kita bisa apply visa Schengen?
Menurut cerita banyak orang dan berdasarkan blog-blog yang saya baca, Belanda adalah negara yang paling gampang memberikan visa Schengen. Saya sendiri apply lewat kedutaan Belanda karena memang kami akan menghabiskan waktu paling lama di Belanda. Tapi apakah kita bisa begitu saja apply visa Schengen di kedutaan Belanda. Jawabannya tidak. Karena di mana kita bisa apply visa Schengen itu ada aturannya :

1. Berdasarkan negara di mana paling lama kita akan tinggal
Contoh : kalau kita berencana tinggal lama di Belanda, kita harus apply di kedutaan Belanda. Hal ini tidak terpengaruh dari mana kita masuk. Jadi kalau misalkan kita masuk di Perancis tapi lama di Belanda, kita tetep harus apply lewat kedutaan Belanda.

2. Berdasarkan negara pertama yang akan kita singgahi
Perlu dicatat, hal ini berlaku hanya jika kita mengunjungi beberapa negara dengan masa tinggal yang sama. Misalnya kita masuk di Paris dan akan stay di Paris 3 hari, lalu ke Swiss 3 hari, Jerman 2 hari, Belanda 3 hari, nah dalam hal ini, kita harus apply via kedutaan Perancis.

Nah.. gimana caranya kl kita kekeuh nih pengen apply lewat kedutaan Belanda karena terkenal paling mudah?? Bisa. Kamu tinggal buat itinerary yang paling lama tinggal di Belanda. Dan yang pasti itinerary kamu harus disertai dengan bookingan hotel/ apartment.

Bagaimana cara apply-nya?
Berdasarkan pengalaman saya kemarin, berhubung saya akan apply lewat kedutaan Belanda, jadi saya mengunduh formulir aplikasi di VFS Global Netherland. Kenapa di VFS? Karena sekarang pengurusan visa schengen via Belanda sudah tidak lagi dilakukan di kedutaan Belanda, melainkan di VFS Global yang terletak di Kuningan City Mall lt. 1. Selain Belanda, negara  yang juga bergabung di VFS Global lt. 1 adalah Norwegia, Belgia, Denmark, Iceland, Kroasia, Swedia, Italia, dan Spanyol. Kl mau apply via Perancis, bisa apply di TLS dan untuk Switzerland masih tetap harus ke kedutaannya. 

Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan jika ingin apply via Schengen lewat kedutaan Belanda :

1. UNDUH Formulir Aplikasi 
Ini yang pertama saya lakukan. Selain formulir aplikasi, formulir lain yang saya untuk adalah formulir check list yang berisi persyaratan yang harus kita penuhi. Penampakan formulir adalah seperti di bawah ini :

Formulir aplikasi, ada 3 lembar


Form Checklist tourist, juga ada 3 lembar
NB : Untuk paduan pengisian bisa KLIK DISINI

2. Membuat JANJI TEMU
Hal selanjutnya yang dilakukan setelah mengunduh formulir adalah membuat janji temu. KLIK DI SINI. Nanti di sana kita bisa memilih mau membuat janji temu di mana, VFS Global punya 3 lokasi di Indonesia yaitu Jakarta, Surabaya, dan Bali, jadi silahkan tentukan dimana lokasi yang paling dekat dan paling mudah untuk kamu datangi. Setelah itu, hal perlu diperhatikan lagi adalah pengisian data untuk membuat janji temu, seperti jenis visa, no passport, tempat tanggal lahir, nama, dan contact person, jangan sampai salah. 

Waktu kita membuat janji temu, pada akhir sesi kita akan diminta untuk membayar jasa VFS sebesar EUR 25 per aplikan (termasuk anak kecil). Jadi kalau yang apply 5 orang, jumlah yang harus dibayarkan adalah 5 x EUR 25 = EUR 125. Ini baru biaya jasa VFS saja yah, belum termasuk biaya visa Schengen. Visa Schengen sendiri biayanya adalah EUR 60 untuk dewasa (mulai umur 12 tahun), EUR 35 untuk anak (6-11tahun), sedangkan untuk anak dibawah 6 tahun tidak dikenakan biaya visa alias GRATIS. Kebetulan anak2 saya baru 5 tahun dan 3 tahun, jadi kami membayar visa untuk 3 orang dewasa saja (si boss, saya, dan mama saya).

Untuk melakukan pembayaran jasa VFS itu, nanti kita akan diberi virtual account dari bank BNI yang dikirim ke email kita dan kita akan dikasih waktu 60 menit untuk melakukan pembayaran online. Jika lebih dari 60 menit maka virtual account kita akan hangus dan kita harus membuat ulang janji temu. 

Pembayaran online bisa dilakukan melalui bank-bank di bawah ini :
- BNI (ATM, Mobile Banking, Internet Banking, SMS Banking, Teller)
- Bank Mandiri (ATM, Mobile Banking, Internet Banking, SMS Banking)
- BRI (ATM, Mobile Banking, Internet Banking, SMS Banking)
- CIMB Niaga (ATM, Mobile Banking, Internet Banking, SMS Banking)
- BCA (ATM, Mobile Banking)

Setelah kita melakukan pembayaran, dalam sepersekian detik kita akan langsung menerima email notifikasi yang berisi bahwa pembayaran kita berhasil dan juga email booking appointment yang berisi nama-nama aplikan berserta barcode yang nanti akan di scan saat hari H.

3. Siapkan Dokumen
Dan ini adalah yang paling penting. Visa Schengen ini lain dengan visa Amerika yang ditentukan lewat interview kita dan si bule. Tidak akan ada interview dengan si bule di sini, yang ada adalah tim VFS yang akan memeriksa dokumen kita untuk selanjutkan dikirim ke kedutaan. Jadi menurut saya, kelengkapan dokumen dan persyaratan lainnya adalah yang terpenting untuk visa Schengen ini. Apa saja yang harus kita siapkan?
- Formulir Aplikasi yang sudah diisi lengkap (paduan pengisian bisa liat diSINI)
- Formulir Checklist dokumen (ini harus satu-satu walaupun satu keluarga)
- 2 lembar foto 3,5 x 4,5 cm berlatar belakang putih, alis dan kuping harus terlihat. Boleh pakai jilbab asal dahi tidak tertutup. Jangan khawatir, kalaupun salah bikin foto, kita bisa foto ulang di booth foto yang ada di VFS.
- Tiket pesawat PP (ini boleh bukti booking-an saja, tidak harus tiket yang sudah issued)
- Asuransi perjalanan (copy, yang asli di bawa saja untuk jaga-jaga)
- Bukti booking-an hotel/ apartment
- Itineray
- Bukti keuangan 3 bulan terakhir
- Surat sponsor dari bank dan tempat kerja
- Kartu keluarga
- Akte Perkawinan
- KTP
- Passport yang masih berlaku minimal 6 bulan
- Passport lama
- Fotocopy biodata passport halaman paling depan yg ada data kita dan paling belakang.
- Fotocopy visa yang kita miliki sebelumnya (kalau ada)

Kalau bawa anak harus menyertakan :
- Akte lahir anak (copy dan asli)
- Kartu keluarga
- KTP orang tua

Nah karena saya bawa mama saya juga, jadi saya menyertakan akte lahir saya dan kartu keluarga saya yang ada nama mama saya-nya.

Semua dokumen di atas harus disiapkan seorang satu yah.. Waktu apply kemarin saya hanya menyiapkan dokumen untuk satu keluarga, saya, si boss, dan anak2 saya gabung jadi satu. Tapi ternyata ketentuan yang berlaku saat ini adalah dokumen harus satu orang satu. 

Oh ya, semua dokumen-dokumen tersebut harus diterjemahkan ke bahasa Belanda atau setidaknya dalam bahasa Inggris. Untuk contoh dokumen yang sudah diterjemahkan bisa liat diSINI. 

Sekarang saya akan coba membahas tentang dokumen-dokumen di atas berdasarkan pengalaman saya kemarin.

Asuransi Perjalanan
Untuk apply visa Schengen kita wajib punya asuransi perjalanan ini. Ada banyak perusahaan asuransi yang menawarkan asuransi perjalanan yang mengcover negara-negara Schengen dan preminya pun beragam. Syarat utamanya adalah minimal uang pertanggungan EUR 30.000 per orang. Untuk melihat perbandingannya bisa check DISINI. Saya sendiri akhirnya membeli asuransi dari AXA Mandiri untuk satu keluarga (2 orangtua + 2 anak) dan individu untuk mama saya. Kenapa AXA Mandiri? Karena prosedurnya lebih mudah. Bisa beli secara online dan harganya pun relatif murah untuk satu keluarga yaitu USD 68 atau sekitar Rp 918.000,00 jika dihitung dengan kurs USD 1 = Rp 13.500,00. Polis asuransi juga langsung dikirim lewat email, jadi kita tinggal print saja, ngga pake ribet.

Bukti booking hotel/ apartment
Dalam perjalanan kali ini, saya lebih memilih apartment dibanding hotel untuk kami menginap. Karena kami segambrengan, bawa anak pula, jadi saya pikir apartment yang ada dapur pasti lebih enak dan juga lebih hemat karena bisa masak sendiri - maklum, biarpun suka jalan2 tapi jiwanya tetep emak2 :)

Untuk urusan booking apartment ini saya menggunakan 2 situs yaitu AirBnB dan Booking.com. Memangnya di Booking.com ada apartment? Ada. Saya booking apartment untuk di Zurich dan Rotterdam lewat Booking.com dan harganya malahan lebih murah dibanding AirBnB. Yang terpenting adalah, carilah penginapan yang bisa FREE CANCELATION, just in case visa kita ditolak, kita bisa cancel semua booking-an kita tanpa kena charge.

Itinerary
Itinerary ini berisi rencana perjalanan kita selama kita di Eropa. Dalam itinerary ini harus jelas tanggal berapa kita ada di kota mana dan menginap di mana. Kalau mau lebih meyakinkan lagi, kita bisa menyertakan juga tiket kereta atau pesawat yang akan kita gunakan sebagai alat transportasi selama berada di sana. Di bawah ini adalah contoh itinerary saya.
Itinerary 14 hari di 5 negara Eropa

Bukti keuangan 3 bulan terakhir.
Ada berbagai macam versi untuk hal yang satu ini. Kalau tanya ke travel agent, pasti akan dibilang bawah kita harus punya 50jt minimal perorang dan harus mengendap selama 3 bulan. 50jt seorang kalau saya pergi berlima berarti dikali 5, 250jt. Wuihhh... dengernya ada udah ciut duluan. Tapi tenang, itungan dari kedutaan yang sebenarnya tidak seperti itu. Kita hanya perlu EUR 34 perhari untuk satu orang ditambah 10%. Jadi itungannya kalau kita mau disana selama 2 minggu : EUR 34 x 14hr + 10% = EUR 523,6 atau setara dengan 8,6 juta perorang. Kalau pergi berlima yah tinggal dikali 5 dan itulah dana yang harus mengendap selama 3 bulan di tabungan kita. So.. jangan terlalu khawatir yah :)

Surat Sponsor dari Bank dan Tempat Kerja
Biasanya kalau dari bank, kita tidak usah pusing-pusing lagi karena mereka sudah punya formatnya sendiri. Jadi kita hanya tinggal bilang ke bank-nya, mau dibuatkan surat sponsor untuk apply visa Schengen, lalu kita akan dikenakan biaya sebesar 50rb untuk pembuatan surat.

Sedangkan untuk surat sponsor dari tempat kerja, biasanya tempat kerja hanya akan menuliskan nama si orang yang bekerja dengan mereka saja. Kalau saya, tempat kerja si boss hanya menuliskan nama si boss saja, berikut dengan jabatannya apa dan lama kerjanya berapa lama. 
Surat sponsor dari kantor, jangan lupa pake kop surat perusahaan dan cap
Lalu bagaimana dengan kami yang akan pergi bersama-sama? Nah karena kami semua akan disponsori oleh si boss, jadi si boss harus bikin surat sponsor sendiri yang menyatakan bahwa dia menanggung biaya kami semua (saya dan anak-anak, lalu mama saya dengan surat sponsor terpisah). Suratnya harus ditanda tangan oleh si boss sendiri (kalau saya sih ditambahin materai biar afdol). 
Surat sponsor untuk saya dan anak-anak
Surat sponsor untuk mama saya
Kartu keluarga, KTP, Akte perkawinan dan Akte lahir anak
Dokumen ini harus di terjemahkan ke bahasa Belanda atau Inggris. Untuk yang belum diterjemahin, di VFS Global juga ada jasa penerjemah. Tapi kalau mau mencontoh yang saya bisa lihat diSINI :)

Akte lahir anak yang asli WAJIB dibawa yah, cuma untuk dikasih lihat saja koq, dia akan bandingkan dengan yang fotocopy-an. Tapi untuk amannya, saya sarankan untuk membawa dokumen2 lain yang asli, just in case dia mau bandingin sama yang aslinya, kita udah siap kan lebih enak yah..

Nah jika urusan dokumen sudah beres, kita lanjutkan ke langkah berikutnya...

4. Datang ke VFS
Setelah semuanya lengkap, langkah berikutnya adalah datang ke VFS sesuai dengan janji temu yang telah kita buat sebelumnya. Jangan lupa bawa booking appointment-nya karena itu akan diminta oleh security waktu kita mau masuk ke dalam. Kalau appointment kita jam 9 pagi, ngga perlu dateng terburu-buru, datang saja 30 menit sebelumnya.

Pada saat masuk, kita akan diberikan nomor antrian oleh security, lalu tunggulah di bagian negara dimana kita akan apply visa. Kalau kita apply via Belanda, tunggulah di bagian negara Belanda (paling ujung ruangan).

Ketika nomor kita dipanggil, dokumen kita semua akan diperiksa oleh petugas VFS. Waktu itu saya berdua dengan si boss yang menghadap. Dan karena waktu itu saya tidak menyiapkan dokumen seorang satu, jadi saya di suru fotocopy lagi untuk melengkapi dokumen-dokumen yang kurang. Saran saya, kalau bisa semua sudah dilengkapi dari rumah jadi ngga perlu fotocopy ulang di sana, karena fotocopy di sana harganya mahal.

Setelah dokumen saya lengkap, si petugas pun mulai memeriksa semua isi dokumen saya. Yang paling diperhatikan oleh dia adalah bukti akomodasi selama kita berada di sana. Kebetulan dalam itinerary saya, ada satu hari dimana kami bermalam di kereta (Roma - Munich), dan tentu saja untuk hari itu kami tidak memesan apartment/ hotel. Jadi ketika hal ini ditanyakan oleh si petugas VFS, saya bilang bahwa malam itu kami akan bermalam di kereta malam tujuan Munich dan tiket kereta baru akan di booking setelah dapat visa. Untungnya si petugas itu tidak mempermasalahkan hal tersebut.

Selesai pemeriksaan dokumen, si petugas itu memberikan invoice untuk pembayaran visa dan juga surat untuk pengambilan visa. Pembayarannya harus dengan uang tunai, kalau dari rumah belum bawa uang tunai, kita bisa ambil di ATM yang ada di Mall Kuningan City. Untuk ATM BCA bisa ditemukan di lantai 2 (satu lantai di atas VFS Global Netherland). Setelah bayar, kita harus kembali menunggu untuk pengambilan data biometrik/ sidik jari. Pengambilan data biometrik hanya berlaku untuk 12 tahun ke atas. Jadi di bawah 12 tahun sebenarnya tidak perlu datang ke VFS Global ketika janji temu karena tidak akan diambil data biometriknya.

Semuanya sudah diselesaikan, lalu tibalah saatnya kita menunggu email dari VFS Global jika visa kita sudah bisa diambil. Berapa lama visa kita akan selesai? Aturannya adalah 14 hari kerja, tapi ketika saya apply kemarin, tidak sampai seminggu ternyata visa saya sudah selesai dan bisa diambil. Dan puji Tuhan, visa kami semua di approve :)

Untuk pengambilan visa bisa dilakukan oleh salah satu peng-apply saja dengan membawa surat pengambilan visa dan bukti pembayaran visa. Bila ingin diwakilkan orang lain, harus menyertakan surat kuasa, KTP orang yang akan mengambil, KTP salah seorang aplikan, bukti pengambilan visa dan pembayaran visa. Visa bisa diambil di VFS Global pada hari kerja mulai pukul 14.00-16.00 WIB.

Tulisan di atas adalah berdasarkan pengalaman kami sendiri, buat yang punya masukan atau ingin bertanya, silahkan tulis comment yah... :)

☺☺☺

Baca juga :
- Paduan Mengisi Formulir Aplikasi Visa Schengen






















Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me

~ Mommy of two | Child of GOD ~


Travelling, it leaves you speechless the turns you into a storyteller

Follow Us

  • facebook
  • instagram
  • pinterest

POPULAR POSTS

  • Paduan Mengisi Formulir Aplikasi Visa Schengen
    Hai temen-temen yang mau apply visa Schengen... Seperti yang sudah saya tulis di post sebelumnya, mengunduh dan mengisi formulir aplika...
  • Apply Sendiri Visa Schengen untuk Keluarga
    EROPA adalah benua yang bisa dibilang banyak dimintai orang-orang untuk berlibur. Banyaknya tiket promo dari airlines juga tour-tour murah ...
  • Semalam di Grand Mercure Bandung
    Berhubung saya orang Bandung, jadi walaupun saya suka ke Bandung tapi saya tidak pernah sekalipun menginap di hotel di Bandung. Dan Grand M...
  • Keliling Eropa dengan Eurail Pass
    Setelah memutuskan untuk pergi ke Eropa pada liburan musim panas lalu dan juga kebetulan mendapatkan tiket harga promo dari Etihad SIN - CD...
  • Metro Oh Metro...
    Salah satu tekad saya ketika saya berada di Paris adalah pengen keliling Paris dengan ala-ala Parisian. dan Metro adalah pilihan utama saya...
Copyright by. insidetheirbackpack. Powered by Blogger.

Blog Archive

  • ▼  2018 (10)
    • ▼  October (1)
      • Metro Oh Metro...
    • ►  September (2)
    • ►  July (3)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
  • ►  2017 (5)
    • ►  August (1)
    • ►  February (4)
  • ►  2016 (1)
    • ►  November (1)

Categories

akomodasi eropa indonesia tips transportation travelling with kids visa

Created with by BeautyTemplates| Distributed By Gooyaabi Templates